Diupload Oleh: Administrator
Ditulis Oleh: apt. Risna Agustina, M.Si; apt. Hajrah, M.Si; apt. Wisnu Cahyo Prabowo, M.Si
04 April 2020 , 11:57 siang
Pertama yang harus kita pahami adalah apakah yang dimaksud dengan virus? Apakah antara virus dengan bakteri? Virus memiliki struktur yang berbeda dibandingkan bakteri, oleh karena itu bukanlah hal yang bijak menggunakan antibiotik yang merupakan antibakteri dugunakan untuk mengobati penyakit yang ditimbulkan oleh virus. Akibatnya karena kesalahan dalam penggunaan antibiotik yang akan menyebabkan tingginya angka resistensi antibiotik. Virus adalah organisme mikroskopik (super kecil) yang tersebar di setiap penjuru dunia dan cenderung bersifat parasit. Virus dapat menginfeksi makhluk hidup, mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, jamur, bahkan bakteri. Infeksi virus tersebut banyak menimbulkan akibat yang fatal bagi makhluk yang diinfeksinya. Virus juga tidak bisa bereplikasi (memperbanyak diri) tanpa menumpangi organisme lain. Oleh alasan inilah, virus diklasifikan sebagai organisme yang bersifat parasit atau merugikan.
Virus SARS-Cov-2 atau lebih dikenal dengan penyakit corona virus 19 (Covid-19) pertama kali dikenal dan diketemukan ketika terjadi persebaran di Negara Cina tepatnya di Kota Wuhan, banyak sekali studi dan penelitian yang dilakukan yang membuktikan bahwa virus ini berasal dari hewan liar seperti ular, kelelawar dll. Pada perkembangannya virus tersebut mengalami mutasi sehingga dapat menulari manusia serta menjadikan virus ini paling cepat penyebarannya kepada manusia, sehingga menjadikan virus corona menjadi sangat berbahaya. Virus bukanlah makhluk hidup tetapi akan mulai hidup ketika masuk kedalam sel, sel hewan maupun manusia.
Bagaimana virus bisa menular dari manusia ke manusia lainnya ? pada saat virus masuk kedalam tubuh manusia dan mulai menginfeksi, virus masuk melalui saluran pernafasan yaitu lewat hidung dan mulut, dan beberapa penelitian menyatakan bahwa virus corona masuk kedalam tubuh melalui mata, oleh karena itu perlu diketahui jika ingin terhindar dari virus corona ini, maka kita wajib menjaga saluran pernafasan, karena jika virus ini masuk kedalam tubuh maka yang menjadi sasaran targetnya adalah sel-sel epitelium yang berada di saluran pernafasan khusunya didalam paru-paru, karena di sel yang terdapat pada paru-paru terdapat reseptor ACE-2.
Apakah semua virus berbahaya? sebenarnya ada milyaran virus yang bertebaran dimuka bumi diseluruh dunia, tetapi tidak semuanya bersifat patogen atau bahasa lainnya bisa menyebabkan manusia menjadi sakit. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh virus agar si virus bisa menjadi patogen, yaitu :
Memiliki kemampuan menempel di dinding sel manusia
Memiliki kemampuan masuk kedalam sel manusia
Memiliki kemampuan mereplikasi dirinya didalam sel
Memiliki kemampuan keluar dari dalam sel manusia
Jadi bagaimana kerja dari virus corona ketika berada didalam tubuh manusia? SARS-Cov-2 akan masuk kedalam sel paru-paru manusia, lalu memperbanyak diri di dalam sel tersebut. Virus-virus yang matang kemudian keluar dari dalam sel dan mengakibatkan kematian pada sel yang ditumpanginya. SARS-Cov-2 akan berada di cairan yang berada di paru-paru manusia. Sebab ini ketika orang yang sudah terinfeksi corona ketika berbicara, bersin, ataupun batuk, virus corona akan keluar melalui hidung ataupun mulut.
Dari penjelasan diatas maka kita semua akan menyadari terkait aturan untuk melakukan physical distancing atau menjaga jarak dengan orang lain yang kita ajak bicara minimal 1,5 – 2 meter jauhnya agar ketika orang yang berbicara dengan kita itu misalnya sudah terinfeksi corona setidaknya melalui usaha ini kita bisa terhindar dari penularan. Kemudian mereka yang sudah terinfeksi virus corona ini atau memiliki gejala harus selalu menggunakan masker agar menutupi hidung dan juga mulut.
Apakah orang yang merasa sehat juga perlu menggunakan masker? Dalam kondisi seperti sekarang, dirasa setiap orang yang melakukan aktivitas diluar rumah, perlu untuk menggunakan masker. Hal ini dikarenakan adanya Carier atau pembawa, yang mana seseorang tidak sadar bahwa didalam tubuhnya terdapat virus tersebut akan tetapi tidak menimbulkan gejala sakit Covid-19. Cara terbaik untuk menjaga diri kita dari penularan virus corona bisa disimpulkan yaitu, lakukan physical distancing, lakukan isolasi diri dirumah (untuk memutus rantai persebaran si virus corona ini), selalu membersihkan tangan (mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun, jika tidak memungkinkan, maka gunakan hand sanitizer) dan selalu menutup mulut serta hidung disaat bersin atau batuk.
PENULIS:
Pengajar Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Anggota Tim Waspada Covid-19 Farmasi Unmul, Anggota IAI Samarinda Kaltim