Diupload Oleh: Administrator
Sumber: Wisnu dan tim humas
07 November 2023 , 11:43 malam
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Coaching Tuberkulosis di
Fasilitas kesehatan Kota Samarinda yang diselenggarakan pada hari Selasa 7,
November 2023 di Hotel mercure. Acara Monev diselenggarakan sebagai penanda dilanjutkannya
rangkaian kegiatan besar Dinas Kesehatan Samarinda dalam menjalankan program
nasional pemberantasan TB.
Pada kegiatan Coaching Tuberkulosis (TB) ini merupakan tahun
ke-dua dilaksanakan di Fasilitas kesehatan Kota Samarinda. Dimulai dengan
pembukaan oleh kabid p2p, dr. Osa Rafshodia, MScIH, MPHc DTM&H, CPSp, CCMs
yang menilai kegiatan sangatlah sukses dan berhasil melanjutkan kesuksesan
tahun sebelumnya.Turut hadir kepala dinas kesehatan, dr. H. Ismid Kusasih
memberi sambutan dan penghargaan yang sebesar-besarnya untuk para coach yang
berjuang membantu mencapai Samarinda bebas TB.
Rangkaian kegiatan coaching TB tenaga Kesehatan ini dimulai
dengan pemberian bekal dan pelatihan TOT
(Traine
of Trainer) kepada para Nakes pada bulan Juli 2023.

Penyebab paling
umum dari kegagalan pengobatan
anti-TB adalah ketidakpatuhan atau
penghentian pengobatan. Strategi DOTS (Directly Observed Treatment,
Short Course) digunakan dalam
pelatihan pelatih. DOTS, yang memberikan pengawasan
langsung terhadap pengobatan jangka
pendek.
Ikatan Apoteker
Indonesia PC Samarinda turut mendukung dengan mengirimkan enam orang Utusan
sebagai coach farmasi, diantaranya:
1. apt.
Ayunita Tiara
Siska Prillia, S.Farm,
2.
apt.
Dimas Aqil
Fikrinda, S.Farm
3.
apt.
Aminah,
S.Farm
4.
apt.
Dr. Vina Maulidya, M.Farm, S.Farm
5.
apt.
Miftachul
Ainin Chambali, S.Farm
6.
apt.
Eka Siswanto Syamsul, M.Sc, S.Farm
Para pelatih
ditugaskan memberikan kompetensi penanganan TB kepada tenaga kefarmasian
terkait pelayanan kefarmasian. Pelaksanaan Coaching kepada Nakes tersebut dilakukan
pada dua Rumah sakit dan dua Klinik di Kota Samarinda, antara lain; RS. SMC, RS.
Dirgahayu, Klinik Media Farma, Klinik PPK 1 Denyenkes selama 4 bulan dari Juli-Oktober.
Secara khusus, setiap
pengelola program TB harus memberikan perhatian terhadap pasien, mulai
dari upaya mencari pasien, membantu meminum obat, serta mengelola, mendistribusikan, dan menyediakan obat secara
terorganisir.
Dalam monev yang
dilakukan ini merupakan bentuk tindak lanjut penilaian kegiatan coach TB, dihasilkan
beberapa catatan diantaranya; (1) Terbentuknya kader-kader TB yang selalu
saling berkoordinasi dalam bertugas sesuai juknis/SOP yang telah dibekali. (2) Fasilitas
pendukung dalam menjalankan pelayanan kefarmasian terkait program TB selalu
disuport dinas kesehatan Samarinda melalui Puskesmas dan Lab Kesda yang ada di
Kota Samarinda, dan (3) Dinas kesehatan selalu siap memonitor dan melalukan
evaluasi dalam pelaksanaan program TB di Fasilitas Kesehatan di Kota Samarinda.
Melalui
kegiatan ini diharapkan pasien yang
menjalani pengobatan dapat memperoleh
benefit dari program ini untuk
memutus mata rantai penularan
tuberkulosis
di Indonesia.